Lewati ke konten
Juragan Arang

Blog

Menghitung kebutuhan arang sebulan untuk dapur bakar

· Oleh PT Kora Prima Abadi · 4 menit baca

Pemilik warung sate sering memesan arang dengan cara yang sama: lihat karung terakhir hampir kosong, lalu minta “kirim seperti kemarin”. Cara ini jalan selama usaha stabil. Begitu ada cabang baru, jam buka bertambah, atau musim ramai datang, tebakan itu meleset. Arang kurang di tengah akhir pekan, atau gudang penuh karung yang menunggu berminggu-minggu.

Catatan ini memberi cara menghitung kebutuhan arang sebulan dari data yang sudah Anda punya. Tidak perlu rumus rumit. Cukup tiga angka dan satu buku tulis.

Mulai dari pemakaian per giliran, bukan per bulan

Kebutuhan arang sebulan terlalu besar untuk dilihat langsung. Pecah menjadi satuan yang bisa Anda timbang sendiri: satu giliran bakar. Satu giliran adalah satu kali alat bakar dinyalakan sampai dimatikan, misalnya sesi makan siang atau sesi malam.

Selama satu minggu, catat untuk setiap giliran:

  • alat bakar mana yang menyala (panggangan besar, tungku kecil, atau keduanya);
  • berapa wadah atau sendok arang yang Anda masukkan di awal;
  • berapa kali Anda menambah arang di tengah giliran;
  • jam nyala dan jam padam.

Timbang satu wadah isi arang sekali saja, lalu pakai wadah yang sama setiap hari. Dengan begitu Anda tidak perlu menimbang tiap giliran. Cukup hitung jumlah wadah.

Tiga angka yang dikali

Setelah seminggu, Anda punya tiga angka:

  1. Berat rata-rata arang per giliran. Jumlah wadah dikali berat satu wadah, lalu dirata-ratakan.
  2. Jumlah giliran per bulan. Hari buka dikali giliran per hari. Hitung hari buka yang sebenarnya, jangan hari kalender.
  3. Jumlah alat bakar yang menyala bersamaan. Kalau angka pertama Anda catat per alat, kalikan dengan jumlah alat.

Kebutuhan dasar sebulan adalah ketiganya dikali. Contoh pengisian saja, bukan angka acuan: misalnya satu giliran memakai 6 kg, ada 50 giliran sebulan, dan satu alat menyala, maka kebutuhan dasar 300 kg. Angka Anda akan berbeda, dan itu wajar. Jenis arang, ukuran bongkahan, dan cara Anda mengatur api semuanya memengaruhi.

Tambahkan tiga lapisan pengaman

Kebutuhan dasar belum cukup untuk dipesan. Tambahkan:

  • Lapisan musim. Kalau ada bulan yang jelas lebih ramai, seperti libur sekolah atau bulan puasa untuk usaha berbuka, catat selisihnya dari bulan biasa. Jangan menebak. Pakai catatan tahun lalu bila ada.
  • Lapisan susut. Arang bongkah menghasilkan remah dan serpihan saat diangkut. Remah sering tidak bisa dipakai di alat tertentu. Tanyakan ke sales bagaimana remah dihitung di penawaran, lalu catat sendiri berapa yang Anda buang pada pengiriman pertama.
  • Lapisan jeda. Berapa hari dari Anda memesan sampai karung ada di gudang? Kalau jawabannya belum pasti, minta kepastian tertulis. Stok pengaman harus menutupi jeda itu ditambah satu kali keterlambatan.

Hasil akhirnya bukan satu angka, melainkan tiga: kebutuhan biasa, kebutuhan musim ramai, dan titik pesan ulang. Titik pesan ulang adalah sisa stok pada saat Anda harus mengirim permintaan berikutnya.

Cocokkan dengan ruang simpan

Arang tidak boleh tertumpuk asal. Sebelum menyetujui kebutuhan arang sebulan, ukur ruang simpan Anda. Tanyakan tiga hal ke diri sendiri: muatkah satu pengiriman utuh, kering dan jauh dari percikan api, dan siapa yang bertugas memindahkan karung. Kalau ruang hanya cukup untuk dua minggu, pesan lebih sering dengan jumlah lebih kecil, dan bahas jadwal bertahap dengan sales. Jangan memaksakan satu kiriman besar hanya karena satuannya terlihat lebih hemat.

Pisahkan barang yang dipakai sendiri dan yang dijual lagi

Pedagang yang menjual ulang punya hitungan tambahan: satuan jual. Pelanggan Anda membeli per karung kecil, per kilo, atau per wadah? Tulis hubungan antarsatuan: berat karung masuk, berat yang Anda bagi, dan sisa yang hilang saat dibagi. Penawaran grosir hampir selalu dalam satuan kirim, jadi satuan jual Anda harus diterjemahkan dulu sebelum Anda membandingkan harga.

Dari catatan ke permintaan

Dengan angka di atas, permintaan Anda ke sales sudah jelas. Sebut jenis usaha, alat bakar, kebutuhan biasa dan musim ramai, kota tujuan, dan apakah Anda butuh sampel dulu. Kemasan, jadwal, dan harga ditetapkan saat penawaran, bukan di halaman ini.

Kora mencantumkan arang tempurung bongkah dalam grade A dan B, dengan batas karbon tetap, air, dan abu yang bisa dibaca di halaman arang tempurung bongkah. Bagian yang belum dicantumkan, seperti rentang ukuran dan karung kecil untuk pembeli domestik, ditandai di sana sebagai “tanyakan sales”.

Kirim catatan Anda

Sudah punya angka per giliran? Kirim lewat halaman kontak: tulis alat bakar, kebutuhan biasa, kebutuhan musim ramai, dan kota Anda. Formulir tersimpan, lalu WhatsApp terbuka dengan isian itu. Balasan pertama datang paling lambat dua hari kerja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana menghitung arang yang dibutuhkan dapur bakar tiap bulan?

Catat tiap sesi masak selama seminggu: panggangan mana, berapa keranjang, tambahan berapa kali, dan jam nyala sampai padam. Kalikan rata-rata arang per sesi, jumlah sesi sebulan, dan jumlah panggangan yang menyala bersamaan. Sekadar contoh isian: 6 kg per sesi, 50 sesi, satu panggangan, hasilnya 300 kg.

Stok tambahan apa yang perlu ditambahkan di atas kebutuhan dasar sebulan?

Tambahkan cadangan musiman untuk bulan ramai dari catatan tahun lalu, cadangan susut untuk remah dan serpihan di jalan, dan cadangan waktu kirim yang menutup hari dari permintaan sampai barang tiba, ditambah satu kiriman telat. Hasilnya bulan biasa, bulan ramai, dan titik pesan ulang.

Perlukah memesan satu kiriman besar karena harga satuannya kelihatan lebih murah?

Cek dulu ruang simpan. Ukur gudang Anda: muatkah satu kiriman penuh, kering dan jauh dari percikan api, dan siapa yang memindahkan karung. Kalau ruang hanya cukup untuk dua minggu, pesan lebih sering dalam jumlah kecil dan tanyakan ke sales soal kiriman bertahap.

Apa yang dikirim ke sales untuk mendapat penawaran arang bagi dapur bakar?

Kirim jenis usaha, jenis panggangan, kebutuhan bulan biasa dan bulan ramai, kota tujuan, dan apakah Anda mau sampel dulu. Kemasan, jadwal, dan harga disepakati saat penawaran. Formulir kontak menyimpan isian Anda, lalu membuka WhatsApp dengan data itu.

Bagikan: WhatsApp LinkedIn Email

Tulis kebutuhan Tanya lewat WA